;

Risiko Terbengkalai Bus Listrik Bersubsidi

Ekonomi Yuniati Turjandini 15 Jun 2023 Tempo (H)
Risiko Terbengkalai Bus Listrik Bersubsidi

BUS listrik buatan PT Industri Kereta Api (Persero) sudah menghilang dari Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, sejak awal bulan ini. Armada setrum buatan manufaktur lokal yang dinamai Bus Merah Putih itu sempat dibanggakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di depan publik Kota Kembang pada 24 Desember 2022. Saat itu, Kang Emil—sapaan akrab Ridwan—mengenalkan delapan bus listrik Inka yang akan melayani rute Trans Metro Bandung Koridor 4, yaitu Terminal Leuwipanjang-Dago. “Hanya sempat beroperasi dua pekan sejak diresmikan,” ucap Permana, salah satu anggota staf Terminal Leuwipanjang, kepada Tempo, kemarin. Bus-bus itu sempat dipakai untuk mobilitas tamu Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua, Bali, pada November 2022. Armada anyar itu dirancang berbobot 8 ton dengan konfigurasi 19 tempat duduk. Kecepatan maksimalnya mencapai 100 kilometer per jam dengan baterai berkapasitas 180 kWh dan jarak tempuh 160 kilometer dari penuh hingga menyisakan 20 persen kapasitas baterai. Fasilitas pengisian daya Bus Merah Putih masih terlihat di terminal tipe A tersebut. Menurut Permana, fasilitas charging itu sehari-harinya hanya ditutup terpal agar tidak kotor dan rusak. Padahal bus listrik Inka ini masih antre untuk pengisian ulang baterai. Masing-masing unit membutuhkan 2-3 jam hingga baterainya terisi penuh. Tak ingin menyebutkan identitas, seorang petugas Perusahaan Umum Damri yang ditemui Tempo di terminal itu membenarkan bahwa delapan bus listrik itu kini disimpan di pul Damri, di Kecamatan Gedebage. “Sesekali dibawa keluar pul untuk pengisian daya,” ucap dia. Namun bus-bus itu dipastikan tidak lagi melayani penumpang. Damri sebelumnya memang didapuk sebagai operator program bus listrik berskema buy the service (BTS). Dalam BTS, pemerintah membayar jasa operator dengan satuan rupiah per kilometer. (Yetede)

Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :