Sengkarut Tambahan Modal Negara
Kementerian BUMN mengusulkan suntikan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Wijaya Karya Tbk senilai Rp 8 triliun meskipun perusahaan pelat merah itu sedang diterpa dugaan manipulasi laporan keuangan. Emiten berkode WIKA tersebut menyerahkan sepenuhnya soal PMN kepada Kementerian BUMN. "Perseroan senantiasa aktif berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, regulator, dan stakeholder lainnya dalam menyiapkan rencana yang disampaikan oleh Kementerian BUMN tersebut," ujar Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Vijaya, seperti dikutip dari laman keterbukaan informasi BEI, kemarin, 13 Juni 2023. WIKA berharap suntikan modal dari negara tersebut dapat membantu memperkuat struktur permodalan dan penyehatan keuangan perseroan di masa mendatang.
WIKA merupakan satu dari delapan BUMN yang diusulkan mendapatkan PMN tunai senilai Rp 57,96 triliun dan nontunai Rp 673,36 miliar pada 2024. Perusahaan pelat merah lain yang bakal disuntikkan modal di antaranya Indonesia Financial Group (IFG), PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Pelni (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero), dan PT RNI (Persero). WIKA mencetak rapor merah pada kuartal I 2023, dengan kerugian Rp 521,25 miliar. Kondisi itu berbalik dari kuartal I 2022 ketika perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 1,32 miliar. Kerugian itu disebabkan oleh tumpukan beban keuangan yang bertambah, di antaranya adalah beban pokok pendapatan yang melonjak 43,57 % menjadi Rp 4,02 triliun, beban usaha naik 200,43 % menjadi Rp 236,80 miliar, dan beban pendanaan naik 101,34 % menjadi Rp 507,44 miliar (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023