Bank Digital Terseret Sentimen Bunga Acuan
Tekanan pada saham-saham bank digital masih terus berlanjut. Sejak awal tahun ini, mayoritas saham bank digital kompak bergerak melemah.
Contoh, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) sejak awal tahun harga sahamnya sudah terkoreksi 18,60% jadi Rp 525 per saham pada Selasa (13/6). Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga sudah turun 17,20% sejak awal tahun menjadi Rp 3.080 per saham.
Satu-satunya saham bank digital yang mengalami kenaikan harga adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Harga saham bank digital ini naik 13,31% sejak awal tahun menjadi Rp 2.000 per saham.
Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Anggi mengungkapkan, penguatan harga saham-saham bank digital beberapa waktu belakangan didukung ekspektasi pasar terkait suku bunga The Fed. Pasar meyakini The Fed akan menghentikan laju kenaikan suku bunga acuannya pada Juni ini.
The Fed telah menaikkan 500 basis poin (bps) sejak Maret 2022. “Karena estimasi suku bunga tidak akan naik lagi, bank digital akan terhindar dari lebih besarnya pembayaran beban bunga yang semakin tinggi,” ujar Nico.
Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menambahkan, sinyal penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga mendorong kenaikan harga saham-saham bank digital.
Penurunan bunga acuan ini akan lebih menguntungkan bank digital, karena selama ini mereka memberikan bunga jauh lebih tinggi dari bank konvensional.
Selain itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menyebutkan bank digital masih dibayangi oleh likuiditas minim. Padahal likuiditas penting untuk ekspansi kredit.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023