Peternak Bersiap Antisipasi Dampak El Nino
Fenomena El Nino atau anomali iklim kering berpotensi mengganggu rantai produksi hewan ternak, salah satunya bahan baku pakan. Hal ini dapat berimbas pada kenaikan harga produk peternakan. Untuk mengantisipasi dampak El Nino, peternak perlu menjaga kondisi suhu dan ketersediaan air serta mengoptimalkan pemberian pakan. Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan, kekeringan dapat memicu kenaikan harga bahan baku pakan ternak, misalnya jagung, dan berimbas pada biaya produksi. ”Selain pakan, cuaca yang lebih panas akan memengaruhi produktivitas hewan ternak, misalnya ayam,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/6).
Produktivitas yang dimaksud adalah daya serap hewan ternak untuk mengubah pakan menjadi daging, yaitu food conversion ratio (FCR). FCR ayam di kalangan peternak lokal berada di kisaran 1,5. Artinya, butuh 1,5 kg pakan untuk menambah berat ayam 1 kg. Dengan cuaca yang lebih panas, FCR akan meningkat sehingga peternak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk produksi. Sugeng menjelaskan, harga ayam sudah fluktuatif meski tanpa disertai anomali iklim. Saat ini, harga jual ayam hidup dari peternak berkisar Rp 22.500-Rp23.000 per kg dan di pasar tradisional sekitar Rp 37.000 per kg. Sementara untuk ayam potong sekitar Rp 55.000 per kg di pasar tradisional dan Rp 70.000 di pasar swalayan. ”Ketika biaya produksi naik, yang paling memungkinkan adalah menaikkan harga jual produk. Namun, dampaknya akan terasa langsung oleh masyarakat,” ucapnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023