Pro-Kontra Penghentian Pengembangan ChatGPT
Penyalahgunaan ChatGPT membuat akademikus IT meminta penghentian sementara pengembangan teknologi AI tersebut.
Hanya dalam waktu dua bulan sejak diluncurkan pada November 2022, ChatGPT mengakumulasi jumlah pengguna dari hanya 1 juta menjadi 100 juta pada Januari 2023. Dengan ChatGPT, manusia seakan-akan memiliki senjata baru yang memudahkan hidup mereka, dari membikin resume pekerjaan, membuat laporan, hingga menyusun proposal. Semua bisa dilakukan dengan hanya memberikan instruksi di kolom perintah pada aplikasi tersebut.
ChatGPT merupakan aplikasi terbaru dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang memungkinkan pengguna berinteraksi dan melakukan permintaan (prompt engineering) untuk kemudian diwujudkan oleh teknologi.
Namun banyak kekhawatiran muncul di balik penggunaan teknologi ini. Ada kasus penyalahgunaan ChatGPT untuk praktik yang tidak berintegritas di kalangan akademikus serta kecurangan di kalangan mahasiswa. ChatGPT juga bisa memfasilitasi aktivitas penipuan, penyebaran disinformasi, serta peretasan dan berbagai kejahatan siber lainnya.
Berbagai kontroversi yang muncul dari pemanfaatan teknologi ChatGPT mendorong Future of Life Institute (FLI) menerbitkan surat terbuka penghentian sementara selama enam bulan riset-riset yang bertujuan meningkatkan kemampuan GPT-4. (Yetede)
Tags :
#BeritaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023