Silang Pendapat Konsep Marketplace Guru
JAKARTA – Sejumlah organisasi guru dan pakar pendidikan mengkritik konsep marketplace (lokapasar) guru yang dicanangkan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim. Mereka menganggap konsep tersebut merendahkan martabat guru dan bukan langkah solutif dalam mengatasi kekurangan guru. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengatakan penggunaan istilah marketplace guru tidak menghormati profesi dan martabat guru. Sebab, istilah marketplace biasanya digunakan untuk belanja online. Penggunaan istilah tersebut mengesankan bahwa Menteri Pendidikan menyamakan guru dengan barang dagangan. “Marketplace ini sudah kadung menjadi istilah yang dipakai dalam konteks dunia belanja online. Padahal posisi guru sebagai sebuah profesi, bukan sekadar barang belanjaan online,” kata Satriwan, Kamis, 1 Juni 2023. Satriwan ragu konsep marketplace guru tersebut akan dapat menyelesaikan kekurangan guru dan proses perekrutan guru. Ia menyebutkan kebutuhan guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) saat ini mencapai 1,3 juta. Namun pemerintah daerah hanya menyetujui sekitar 550 ribu guru, yang justru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). (Yetede)
Tags :
#MarketPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023