Konsumsi Masyarakat Tunggu Momen Pemilu
Satu lagi tanda konsumsi masyarakat cenderung melemah. Pada April 2023 yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri, perekonomian memang naik, namun tidak signifikan.
Bank Indonesia (BI) mencatat, uang beredar dalam arti luas (M2) bulan April sebesar Rp 8.350,4 triliun, naik 0,69% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, nominalnya tumbuh 5,5% secara tahunan atau
year-on-year
(yoy). Namun pertumbuhan itu melambat dibandingkan Maret 2023 yang tercatat sebesar 6,2% yoy.
Secara terperinci, uang beredar dalam arti luas dipengaruhi uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tercatat senilai Rp 4.673,3 triliun, naik 2,45% dari bulan sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhannya yang sebesar 3,4% yoy, juga melambat ketimbang Maret yang naik 4,8% yoy.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengungkapkan perkembangan M2 pada bulan lalu dipengaruhi penyaluran kredit yang melambat, yakni hanya tumbuh 8% yoy. Padahal di Maret, penyaluran kredit masih tumbuh 9,8% yoy. Kabar baiknya, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih meningkat dari Maret 9,9% yoy menjadi 11% yoy di bulan April. "Ini seiring dengan perkembangan cadangan devisa," kata dia, Senin (29/5).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, perlambatan pertumbuhan M2 pada periode tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat yang kurang ngegas. Hal ini juga terlihat dari peredaran uang kartal di luar sektor perbankan yang terkontraksi tipis 0,1% yoy.
Ke depan, Josua optimistis uang beredar akan meningkat. Ini menjadi tanda yang positif bagi kinerja pertumbuhan ekonomi. "Seiring dengan kenaikan aktivitas perekonomian, seharusnya uang beredar naik. Terutama dari sisi uang kartal yang beredar," tambah Josua.
Tags :
#MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023