Pemerintah Minta Industri Sawit Dukung NZE 2060
JAKARTA, ID–Pemerintah mengajak para pelaku usaha di subsektor perkebunan sawit untuk mendukung pencapaian target Nol Emisi Karbon (Net Zero Emissions/NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Dukungan tersebut bisa dilakukan pelaku usaha dengan mengubah bahan bakar pembangkit dari jenis fosil menjadi biogas atau mengurangi penggunaan pupuk kimia pada tanaman sawit. Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pemerintah mengajak pemangku kepentingan (stakeholders) sawit khususnya pelaku industri hulu untuk mendukung pencapaian target NZE pada 2060 atau lebih cepat. Sebab, sawit termasuk subsektor industri komoditas agro yang mendukung penyerapan emisikarbon dalam program NZE. “Kelapa sawit ini membantu penyerapan emisi karbon. Dalam berbagai literatur, tanaman ini menyerap karbon lebih besar dibandingkan tanaman lain,” ujar Dadan Kusdiana dalam pernyataan yang dikutip Senin (29/05/2023). Dadan menguraikan, sawit mampu menyerap 25 ton karbon dioksida (CO2) per tahun, sedangkan pohon lainnya hanya 6 ton CO2 per tahun. Karena itulah, tanaman sawit merupakan penyerap CO2 sama dengan tanaman kayu hutan. Mengutip data Henson (1999), dalam proses fotosintesis, sawit menyerap sekitar 161 ton CO2 perhektare (ha) per tahun. Bila dikurangi CO2 proses respirasi, secara neto, sawit mampu menyerap CO2 sebesar 64,5 ton CO2 per tahun. “Kontribusi sawit menekan emisi karbon sudah diwujudkan melalui implementasi program mandatori biodiesel. Indonesia saat ini menjadi negara terbesar dalam penggunaan biodiesel dibandingkan negara-negara lain, seperti Malaysia,” papar Dadan. (Yetede)
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023