;

Lampu Kuning Industri Manufaktur Indonesia

Ekonomi Hairul Rizal 29 May 2023 Kontan (H)
Lampu Kuning Industri Manufaktur Indonesia

Langkah Indonesia membangun industri manufaktur masih kepayahan. Alih-alih berkembang, kontribusi manufaktur terhadap produk domestik (PDB) Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhr cenderung menyusut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sumbangsih sektor ini terhadap PDB nasional pada kuartal I-2023 mencapai 18,57%. Angka ini memang naik ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18,34%. Melemahnya kinerja manufaktur pun berdampak terhadap penerimaan pajak dari sektor tersebut. Padahal selama ini industri pengolahan merupakan tumpuan utama penerimaan pajak dengan kontribusi sebesar 27%. Mengacu data Kementerian Keuangan, penerimaan pajak dari sektor manufaktur periode Januari-April 2023 hanya tumbuh 9,5% year on year (yoy). Angka ini jauh melambat dibanding periode sama tahun lalu yang tumbuh 51% yoy. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, melambatnya pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor manufaktur masih perlu dicermati. "Ini tentu harus kita lihat apakah ada policy driven, pelemahan ekonomi yang mulai terlihat atau karena basis baseline tahun lalu yang meningkat sangat tinggi," kata Sri Mulyani, belum lama ini. Survei Litbang Kompas baru-baru ini juga memperlihatkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang ekonomi termasuk rendah dibandingkan bidang lain. Salah satu penyebabnya, pemerintah dinilai belum mampu menyediakan lapangan kerja dan mengatasi pengangguran. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yuhdistira melihat, melemahnya kinerja manufaktur seirama dengan pelemahan harga komoditas, utamanya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). "Harga CPO di pasar internasional sudah anjlok 43,9% yoy per 26 Mei 2023," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Download Aplikasi Labirin :