Subur Usaha Klinik Daring
JAKARTA – Para penyedia layanan medis berbasis aplikasi atau telemedisin ikut diuntungkan oleh peningkatan kebutuhan kesehatan masyarakat sejak awal masa pandemi hingga saat ini. Head of Marketing Klinik Pintar, Idham Akhyar Kharim, mengatakan ekosistem kesehatan terintegrasi yang dibangun manajemennya terus melebar sejak berdiri pada Maret 2020. “Sudah lebih dari 600 klinik yang menjadi user aplikasi Klinik Pintar,” kata dia kepada Tempo, kemarin.
Dalam dua tahun pertama, Klinik Pintar yang dibangun oleh Harya Bimo—sebelumnya founder Qasir.id—itu sudah melayani 152 klinik di 60 kota di Indonesia. Ibarat "mak comblang", saat itu Klinik Pintar sudah menghubungkan lebih 500 ribu pasien ke berbagai klinik. Tak sebatas mengefisienkan bisnis kesehatan lewat teknologi, Klinik Pintar juga menjadi perantara suplai alat dan obat-obatan ke lembaga kesehatan kecil atau non-rumah sakit.
Menurut Idham, adopsi digitalisasi masih menjadi tantangan terbesar bagi rintisan atau startup layanan kesehatan. Ketika menyurvei 80 pemilik klinik dan pengelola praktik dokter mandiri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kata dia, terdapat 64,6 persen klinik yang risau akan keamanan data medis dan transaksi setelah bertransisi ke sistem digital. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023