Transaksi Aset Kripto Makin Tergerus
Meski badai kripto melanda, namun belum menyurutkan minat masyarakat dalam negeri berinvestasi pada mata uang digital ini. Transaksi kripto tetap ramai, meski tahun 2023 ini diprediksi transaksinya tidak akan seramai tahun 2022.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat transaksi aset kripto Rp 49,26 triliun per April 2023. Angka tersebut merosot tajam hingga 70,52% secara tahunan atau year on year (YoY) jika dibandingkan posisi April 2022 yang sebesar Rp 167,12 triliun.
“Kinerja transaksi kripto akhir-akhir ini masih dipengaruhi perkembangan ekonomi di AS dengan perubahan-perubahan kebijakan suku bunga dan sebagainya,” ujar Tirta Karma Sanjaya Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti kepada KONTAN, Senin (22/5).
CEO Triv.co.id, Gabriel Rey De Leroy menyebutkan, pada tahun 2023 ini pertumbuhan transaksi kripto diprediksi tidak sekencang tahun 2021 silam. Pada tahun tersebut, pertumbuhan jumlah pengguna Triv, kata Gabriel, melonjak hingga 350%.
Potensi penurunan juga diungkapkan VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani. Ia menyebutkan bahwa terjadi pertumbuhan jumlah investor kripto, walaupun transaksi menunjukan pelambatan. “Tokocrypto mencatatkan adanya pertumbuhan sekitar 15% dari sisi nilai transaksi sejak awal tahun dengan rata-rata transaksi harian volume capai US$ 15.000 per hari,” ungkapnya.
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023