Kekuatan CPOPC Hadapi Diskriminasi Sawit Bertambah
JAKARTA, ID–Kekuatan Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) dalam menghadapi kebijakan di pasar global yang berpotensi diskriminatif dan berdampak negatif bagi industri sawit kian bertambah dengan bergabungnya Honduras. Kebijakan itu di antaranya Peraturan Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR). CPOPC akan menggelar Misi Bersama Sawit ke Uni Eropa (UE) pada 30-31 Mei 2023 guna mencari solusi atas terbitnya EUDR. Demikian disampaikan Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto terkait hasil Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) CPOPC ke-11 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/05/2023). Pertemuan itu dipimpin Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof serta dihadiri langsung Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, sementara Menteri Pertanian dan Peternakan Honduras Laura Suazo Torres berpartisipasi secara virtual. “Saya mengapresiasi PTM CPOPC ke-11 ini. Banyak hal sudah dibahas, di antaranya yang paling utama mengadopsi Honduras menjadi negara baru anggota CPOPC. Ini men jadi sejarah karena dalam waktu dekat CPOPC juga menambah Papua Nugini (sebagai anggota),” ujar Airlangga. (Yetede)
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023