BI: El Nino Jadi Kendala Jaga Inflasi
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa upaya untuk menjaga stabilitas harga barang akan terkendala oleh faktor cuaca pada semester II-2023, yakni El Nino. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk menjaga inflasi tidak bisa hanya mengandalkan BI, namun harus dilakukan secara sinergis mulai dari kementerian/lembaga hingga ke level pemerintah daerah. “Masih ada tantangan, kami perkirakan akan ada El Nino di paruh kedua 2023. Jadi, jangan lengah walaupun di Indonesia sekarang inflasi pangan di level 3,7% dari yang tertinggi di level 11%. Tetapi kita tetap harus waspada karena masih ada tantangan dari cuaca,” ucap Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dipantau secara daring, Rabu (17/05/2023). Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulan ke bulan pada April 2023 mencapai 0,33%. Sementara itu inflasi year on year (yoy) sebesar 4,33% dan tingkat inflasi year to date (ytd) April 2023 sebesar 1,01%. Destry mengatakan, sumber inflasi baik di nasional maupun global berasal dari sisi sisi penawaran. Sebab, saat permintaan tinggi, namun ketersediaan barang tidak memadai. Oleh karena itu, hal itu tidak bisa ditangani hanya dari sisi moneter dengan menaikan suku bunga acuan. Dalam hal ini, pemerintah menjalankan GNPIP yang melibatkan seluruh pihak terkait. “Dengan berbagai kebijakan dan penguatan sinergi, BI optimistis tekanan inflasi akan menurun dan kembali kedalam sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024, dengan inflasi inti akan kembali lebih awal pada paruh pertama 2023,” tutur Destry. (Yetede)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023