Ekspansi Inggris Lambat karena Hambatan Inflasi
LONDON, ID – Ekonomi Inggris pada awal 2023 mengalami laju pertumbuhan yang lambat. Walau catatan ini lebih baik dari resesi yang dangkal yang diperkirakan, kontraksi tak terduga terjadi dalam produksi Maret, sekaligus menggarisbawahi betapa rapuhnya pemulihan di Inggris. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Jumat (12/05/2023), tingkat produk domestik bruto (PDB) naik tipis 0,1% dalam tiga bulan pertama tahun ini. Laju tersebut sama seperti pada kuartal terakhir 2022, dan sejalan dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Kantor Statistik Nasional menunjukkan, produksi 0,2% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Namun, PDB Maret 2023 menunjukkan penurunan 0,3%, dibandingkan perkiraan jajak pendapat yang memproyeksikan PDB tetap stabil. Sementara produksi industri dan konstruksi tumbuh, sektor jasa yang jauh lebih besar juga turun 0,4%. Kondisi ini mencerminkan lemahnya penjualan mobil dan ritel, yang dirugikan cuaca hujan tidak biasa daninflasi yang tinggi. Menurut Kantor Statistik, aksi industri yang meluas turut membebani aktivitas ekonomi pada kuartal pertama. “Dengan sisi jasa utama ekonomi yang terus melambat dalam menghadapi biaya pinjaman lebih tinggi dan kenaikan harga, rasanya kita masih berjalan melalui kesulitan,” ujar Tom Stevenson, direktur investasi pribadi di manajer investasi Fidelity International. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023