Dugaan Serangan Siber Ransomware ke BSI
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berupaya memulihkan layanannya yang mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Serangan siber diduga menjadi pangkal masalah yang, antara lain, melumpuhkan mobile banking serta ATM BSI secara bersamaan sejak 8 Mei lalu. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menuturkan manajemen masih terus berkoordinasi dengan regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemegang saham, dan stakeholder terkait untuk memastikan penyebab masalah tersebut. “Pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik,” ujar dia, kemarin, 11 Mei 2023. Meski demikian, BSI memastikan seluruh data dan dana nasabah berada dalam kondisi aman serta menjadi fokus prioritas perusahaan. Ihwal aktivitas serangan siber, Hery merujuk pada data Google dalam 90 hari terakhir, yakni ada 807 ribu serangan dengan rata-rata 9.000-10 ribu serangan per hari ke berbagai lembaga, tak hanya lembaga keuangan. Mengingat besarnya risiko yang mengintai, perseroan terus meningkatkan standar keamanan seiring dengan perkembangan pesat teknologi dan kebutuhan nasabah untuk produk keuangan digital. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023