Jokowi: RI Siap Berdialog dengan Junta Militer Myanmar
LABUAN BAJO, ID - Indonesia siap berdialog dengan Junta Militer Myanmar demi kemanusiaan di negeri yang masih terus dilanda konflik bersenjata sejak militer mengkudeta pemerintahan terpilih pada Februari 2021. Namun, pendekatan Indonesia terhadap Myanmar ini bukan berarti mengakui junta militer sebagai pemerintahan sah negara itu. Hal ini ditegaskan Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers penutup rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 Asean i Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/05/2023). “Indonesia siap berbicara dengan siapa pun, termasuk junta dan seluruh stakeholders di Myanmar, untuk kepentingan kemanusiaan,” kata Jokowi. Jokowi mengingatkan kembali bahwa Indonesia selama ini menempuh diplomasi senyap (non-megaphonediplomacy) kepada semua pemangku kepentingan di Myanmar. Menurut Jokowi, hal itu sejalan dengan Konsensus Lima Poin (5PC) yang memandatkan Asean melakukan pendekatan dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar dalam men gurai permasalahan di negara itu. Diketahui, tiga poin dari konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialoq. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023