;

PENDAPATAN BPJS KETENAGAKERJAAN : Kontribusi Iuran JHT Tetap Dominan

Ekonomi Hairul Rizal 13 May 2023 Bisnis Indonesia
PENDAPATAN BPJS KETENAGAKERJAAN : Kontribusi Iuran JHT Tetap Dominan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan atau lebih dikenal dengan BPJamsostek membukukan pendapatan iuran mencapai Rp88,31 triliun sepanjang 2022, tumbuh 10% dari tahun sebelumnya. Jika diperinci, iuran Jaminan Hari Tua (JHT) masih mendominasi pendapatan iuran dengan realisasi Rp55,72 triliun atau tumbuh 8% dari tahun sebelumnya. Iuran Jaminan Pensiun (JP) juga tumbuh 8% menjadi Rp20,71 triliun. Selanjutnya, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJamsostek meningkat 22% menjadi Rp6,37 triliun, diikuti oleh iuran Jaminan Kematian (JKM) yang naik 24% menjadi Rp3,04 triliun. Terakhir, iuran Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) menyumbang Rp2,44 triliun, melonjak 25%. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan program JKP baru dimulai tahun lalu dan hingga saat ini peserta yang menerima JKP adalah 9.794 peserta dengan nominal klaim mencapai Rp44 miliar pada 2022. “Iuran JKP itu ada dua sumber, yaitu komposisi dan pemerintah,” ujarnya, Jumat (12/5). Sementara itu, pembayaran klaim atau beban jaminan tumbuh 15% menjadi Rp49,03 triliun. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan dana kelolaan tetap akan ditempatkan di instrumen investasi medium to low risk pada 2023, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami enggak main medium high risk,” kata Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun. Anggoro menyampaikan tingkat pekerja BPU mengalami pertumbuhan tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. “Karena BPU selama ini belum banyak kita dorong menjadi peserta dan enggak semua BPU pekerja informal tahu bahwa mereka juga berhak mendapatkan perlindungan. Selama ini mereka tahunya kalau BPJS Ketenagakerjaan itu hanya untuk pekerja kantoran,” tuturnya.

Download Aplikasi Labirin :