Visi Ekonomi Digital
Berdasarkan sejumlah indikator, ekonomi digital Indonesia terus meningkat. Akan tetapi, ekonomi ini masih bisa ditingkatkan dengan memastikan visi kita. Pemerintah Indonesia berkeinginan untuk terus mengembangkan ekonomi digital agar bisa menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara. Ekonomi digital perlu dioptimalkan untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu caranya adalah terus menumbuhkembangkan inovasi yang dibarengi upaya menjaga kepercayaan publik. ”Pangsa pasar ekonomi digital Indonesia mencapai 40 % pangsa pasar Asia Tenggara. Indonesia bisa terus berperan sebagai pemain utama di kawasan ASEAN,” ujar Presiden Jokowi saat memberi sambutan secara virtual pada pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin pekan ini (Kompas, 9/5/2023).
Angka-angka terkait ekonomi digital memperlihatkan optimisme. Potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia masih sangat besar. Pada 2025, nilai pasar ekonomi digital Indonesia diperkirakan 130 miliar USD dan akan terus bertumbuh menjadi 315 miliar USD pada 2030. Sementara Indonesia memiliki 2.400 perusahaan rintisan (start up) dengan penetrasi internet mencapai 76,8 %. Meski demikian, kita masih perlu melakukan beberapa perbaikan agar akselerasi peran ekonomi digital dalam pembangunan makin besar. Masalah utama adalah visi ekonomi digital Indonesia. Kita masih sekadar bangga dengan angka-angka, tetapi kita belum memiliki visi yang jelas semisal ketika kita berhadapan dengan aktor baru dalam perundingan, yaitu perusahaan-perusahaan teknologi. Negara lain, seperti Denmark dan Australia, telah mengembangkan diplomasi yang berusaha untuk mendapatkan manfaat lebih besar dalam menghadapi perusahaan teknologi global. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023