Kotek Bisnis CPIN Tak Lagi Nyaring
Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk di sepanjang tahun ini masih tertekan. Kenaikan biaya bahan baku yang tinggi masih akan menekan laba bersih emiten berkode saham CPIN.
Ke depan, peluang bisnis CPIN bakal datang dari pemulihan harga ayam broiler dan day old chick (DOC). Meski memang margin pakan diperkirakan masih akan lebih lemah hingga kuartal dua 2023. Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya tak menyangkal secara kuartalan kinerja CPIN lebih baik dibandingkan posisi rugi pada kuartal IV-2022. Pada kuartal I-2023, laba bersih CPIN kembali mencatat untung Rp 241 miliar atau berbalik dari rugi bersih sebesar Rp 257 pada kuartal IV-2022. Pendapatan CPIN juga meningkat 8,5% secara kuartalan menjadi Rp 14,6 triliun.
Equity Research Analyst Aldiracita Sekuritas, Timothy Gracianov menyebut, penurunan kinerja CPIN sebenarnya masih lebih baik ketimbang rekan-rekannya. Perusahaan ini mampu meminimalisir penurunan kinerja segmen DOC yang membantu meningkatkan margin usaha ayam broiler. Sementara itu, margin operasional segmen pakan CPIN tetap memberikan kontribusi terbesar di kuartal I-2023 di tengah tantangan kenaikan biaya bahan baku selama kuartal kedua 2023.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Muhammad Gibran dalam riset 5 Mei 2023. menyebut, selama kuartal II 2023 CPIN juga terbantu program pemusnahan (culling). Hanya saja, kenaikan SBM dan jagung lokal akan meningkatnya biaya operasional CPIN. Gibran memperkirakan pendapatan CPIN di 2023 menjadi Rp 60 triliun dengan laba bersih Rp 3 triliun. Gibran rekomendasi hold saham CPIN dengan target Rp 4.900.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023