Perjanjian Dagang Perlu Diperkuat
Ketergantungan
Indonesia terhadap ekspor komoditas dinilai dapat diperbaiki dengan memperkuat
perjanjian dagang. Andry Satrio, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance
(INDEF) menyebutkan porsi terbesar ekspor nonmigas adalah bahan bakar mineral
dan lemak dan minyak hewan/nabati. Hanya saja harganya saat ini sedang turun
terutama sawit. Oleh karena itu apabila komoditas ini diandalkan untuk senjata
ekspor, perjanjian dagang dengan mitra-mitra harus diperkuat. Kinerja ekspor
bahan bakar mineral sampai dengan september 2019 turun sebanyak 8,78 persen,
sementara ekspor lemak dan minyak hewan/nabati turun 18,78 persen. Pemerintah
didorong untuk menyeleksi perjajian perdagangan yang dapat menguntungkan Indonesia,
khususnya yang mampu memberikan nilai tambah sembari meningkatkan hilirisasi
komiditas tersebut di dalam negeri. Jika tidak mengandalkan komoditas tersebut,
langkah lain adalah dengan diversifikasi komoditas ekspor. Diversifikasi
memakan waktu lama, dan melemahkan dalam jangka pendek. Meskipun demikian perbaikan
neraca dagang diharapkan terjadi untuk jangka panjang. Direktur Riset Center of Reforme on Economic (CORE)
Indonesia Piter Abdullah menanggapi defisit neraca perdagangan sebagai hal yang
tidak seharusnya terjadi, karena pola musiman, impor seharusnya masih melambat.
Sedangkan untuk ekspor dalam kondisi perlambatan ekonomi saat ini memang sebaiknya
dilakukan dalam periode menengah panjang. Yang harus dilakukan adalah menahan
pertumbuhan impor terutama barang-barang yang dapat disediakan di dalam negeri,
membangun industri hulu dan hilir yang bisa mengatasi ketergantungan ekspor dan
bahkan mendorong ekspor. Sementara itu Menteri Perdagangan RI merasa optimis
dengan mengungkapkan sekitar 84 penandatanganan nota kesepahaman dengan 25
negara dari program misi pembelian atau buying mission. Selain itu pemerintah
juga telah mengumumkan penyelesaian subsansial perundingan Perjanjian Kemitraan
Ekonomi Komprenhensif Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023