;

EKSPOR IMPOR SELAMA LEBARAN : STRATEGI JITU CEGAH KONGESTI

Ekonomi Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia
EKSPOR IMPOR SELAMA LEBARAN : STRATEGI JITU CEGAH KONGESTI

Operator terminal peti kemas di Indonesia menerapkan sejumlah langkah jitu untuk mencegah penurunan kinerja operasional dan kongesti pelabuhan, di tengah momen libur Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah. Pembatasan operasional truk selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2023 ternyata tak hanya berdampak ke pemilik barang. Pembatasan operasional angkutan barang itu juga berpengaruh terhadap kinerja pelabuhan di Tanah Air. Alasannya, truk pengangkut peti kemas ekspor dan impor juga terkena aturan pembatasan operasional angkutan barang yang terangkum dalam Keputusan Bersama Nomor: KP-DRJD 2616 Tahun 2023, SKB/48/IV/2023, 05/PKS/Db/2023 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 Hijriah. Beleid itu berisi pengaturan pembatasan operasional angkutan barang pada ruas jalan tol dan nontol di Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatra. Untuk mencegah dampak buruk pembatasan operasional selama 12 hari, operator terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menyiapkan strategi khusus. Salah satu operator itu adalah Terminal Peti Kemas (TPK) Koja. Indra Hidayat Sani, General Manager TPK Koja, menyatakan TPK Koja menerapkan strategi izin masuk lebih awal dari jadwal bagi peti kemas ekspor di terminal peti kemas itu. 

Menurutnya, langkah tersebut guna memberikan solusi kepada pemilik barang ekspor yang ingin memasukkan barangnya ke terminal di tengah peraturan pembatasan pergerakan truk selama libur Lebaran tahun ini. Solusi itu merupakan salah satu cara terminal peti kemas di Tanjung Priok tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk bisa masuk lebih awal atau yang disebut dengan layanan early stack. Langkah koordinasi lebih awal juga ditiru Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Pelabuhan Tanjung Perak. Direktur Utama TPS Wahyu Widodo menyampaikan bahwa koordinasi sangat penting guna mencari solusi dari lonjakan penumpukan peti kemas di pelabuhan selama pembatasan kegiatan operasional angkutan barang. Selain koordinasi, Wahyu menyatakan TPS juga menempuh jalan meningkatkan performa alat bongkar muat pelabuhan. Perawatan alat bongkar muat telah dilakukan lebih insentif terutama untuk Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), head truck maupun alat bongkar muat lainnya.

Download Aplikasi Labirin :