Menakar Capaian Produksi Udang
Capaian produksi dan ekspor udang hasil budidaya masih menuai perdebatan. Pemerintah mencatat, produksi komoditas unggulan itu terus naik, menuju target produksi 2 juta ton pada 2024. Sebaliknya, pelaku usaha mengeluhkan penurunan produksi yang berdampak pada perlambatan ekspor udang. Berdasarkan data KKP, produksi udang sepanjang 2022 mencapai 1.099.976 ton atau naik 15 % dibandingkan tahun 2021 yang 953.177 ton. Ada tiga jenis komoditas udang yang digarap, yakni vaname (Litopenaeus vannamei), windu, dan jerbung (Penaeus merguiensis). Saat ini, produksi vaname dominan. Menurut Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu, produksi udang akan terus ditingkatkan menjadi 1,829 juta ton pada 2023 serta mencapai target 2 juta ton pada 2024. Sejumlah proyek percontohan budidaya digulirkan guna mengejar ekspornya naik 250 % dalam kurun 2019-2024.
Udang merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya selain lobster, kepiting, rumput laut, dan nila. Pada periode 2020-2024, KKP menargetkan nilai ekspor udang 4,25 miliar USD AS atau tumbuh 250 %, sedang produksinya ditargetkan 2 juta ton. Guna mencapai target itu, volume ekspor diharapkan tumbuh 15 % dan nilai ekspor naik 20 % tiap tahun. Negara tujuan ekspor udang Indonesia adalah AS dengan pasar sebesar 60 %, Jepang 16 %, dan China 11 %. Meski produksi udang diklaim terus naik, data ekspor udang menunjukkan sebaliknya. Data KKP, volume ekspor udang tahun 2022 tercatat 240.000 ton atau turun dibandingkan 2021 yang tercatat 250.700 ton. Sementara itu, nilai ekspor udang tercatat 2,16 miliar USD atau turun dibandingkan tahun sebelumnya 2,23 miliar USD. Perlambatan ekspor udang berlanjut hingga awal tahun ini. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023