;

Indonesia Lanjutkan ”Dedolarisasi”

Ekonomi Yoga 20 Apr 2023 Kompas
Indonesia Lanjutkan
”Dedolarisasi”

Indonesia meneruskan upaya mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dollar AS atau ”dedolarisasi”. Hal ini tecermin dari rencana BI menjalin kerja sama dengan Bank Sentral Korsel untuk merealisasikan penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal kedua negara masing-masing pada Mei mendatang. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Indonesia sudah menggagas diversifikasi penggunaan mata uang selain USD untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi. Sejak 2017, Indonesia telah menjalin kerja sama penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi (local currency transaction/LCT) menggunakan mata uang lokal dengan Malaysia, Thailand, Jepang, dan China. ”Ini dedolarisasi. Kami diversifikasi penggunaan mata uang selain dollar AS untuk penyelesaian transaksi antar negara. Indonesia sudah menggagas dan melakukan itu,” ujar Perry, Selasa (18/4).

Selain Korsel, lanjut Perry, pihaknya juga akan menambah jumlah negara dalam kerja sama LCT ini dengan negara-negara di Asia Tenggara. Tak hanya kerja sama LCT, kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara antara lain juga dilakukan dalam bentuk sistem pembayaran lintas negara QRIS atau Standar Respons Cepat Indonesia dan fast payment antarnegara. Hal ini merupakan bagian dari kesepakatan pengembangan ASEAN Payment Connectivity. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menambahkan, dunia usaha menyambut baik inisiatif LCT. Ini tecermin dari jumlah pelaku usaha yang terlibat dalam LCT yang kini telah mencapai 2.014, meningkat pesat dari tahun lalu sebanyak 1.740. Pada Januari dan Februari 2023, transaksi dari empat negara yang sudah bekerja sama dengan Indonesia, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, dan China, tercatat menggunakan mata uang lokal setara dengan 957 juta USD. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :