Inflasi dan Kurs Terjaga, BI Tahan Suku Bunga Acuan
BI memutuskan kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level 5,75 %. Terkendalinya inflasi dan nilai tukar rupiah menjadi alasan BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan. Posisi tingkat suku bunga acuan ini telah bertahan selama tiga bulan sejak Januari 2023. ”Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 %, suku bunga Deposit Facility sebesar 5 %, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5 %,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Selasa (18/4).
Perry menjelaskan, keputusan tersebut konsisten dengan posisi kebijakan moneter yang antisipatif (pre-emptive) dan berorientasi ke depan (forward looking) untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan. ”Kami meyakini tingkat suku bunga saat ini memadai untuk mengarahkan inflasi kembali ke sasaran target,” ujar Perry. Mengutip data BPS, inflasi umum pada Maret 2023 sebesar 4,97 % secara tahunan, menurun dibandingkan pada Februari 2023 di 5,47 5. Kendati demikian, inflasi tahunan tersebut masih berada di atas sasaran pengendalian inflasi yang ditetapkan BI, yakni 2-4 %. (Yoga)
Tags :
#BungaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023