SINYAL WASPADA KINERJA DAGANG
Kendati masih moncer hingga pengujung kuartal I/2023, kinerja perdagangan Indonesia dinilai mulai memasuki periode krusial. Alasannya, surplus beruntun neraca dagang selama 35 bulan ternyata dibarengi pula dengan tren penurunan angka realisasinya. Sejumlah kalangan khawatir jika terjadi terus menerus hal itu dapat menggoyang fundamental ekonomi nasional, khususnya menyangkut cadangan devisa dan nilai tukar rupiah. Terlebih proyeksi ekspor ke depan masih menantang lantaran dibayangi tren pelemahan harga komoditas serta potensi resesi di negara-negara tujuan utama ekspor, seperti Amerika Serikat. Kemarin, Senin (17/4), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data surplus perdagangan pada Maret 2023 sebesar US$2,91 miliar, atau menciut ketimbang bulan sebelumnya yang tembus US$5,48 miliar. Bila ditilik dari kinerja bulanan, BPS mencatat total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2023 mencapai US$23,5 miliar atau turun 11,33% secara tahunan (year-on-year/YoY). Ekspor kuartal I/2023 juga hanya naik 1,6% menjadi US$67,2 miliar daripada realisasi periode sama tahun lalu. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekspor dipicu oleh penurunan ekspor migas sebesar 4,7% YoY serta ekspor nonmigas yang terkontraksi 11,70% YoY. Koreksi ekspor menurut sektor juga terekam dari industri pengolahan yang turun 5,40% secara tahunan menjadi US$47,78 miliar. Menurut Imam, ada ekspor dari tiga industri pengolahan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu minyak kelapa sawit, pakaian jadi dari tekstil dan sepatu olahraga. Penurunan ekspor rupanya berbarengan dengan penurunan impor sepanjang Januari-Maret 2023 sebesar 3,28% menjadi US$54,95 miliar. Dus, Indonesia pun masih bisa menikmati surplus neraca dagang US$16,5 miliar pada kuartal I/2023, naik 13% YoY. Wakil Ketua Kadin Indonesia Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani menyayangkan kinerja ekspor kuartal I/2023 melambat. Pasalnya, kontribusi ekspor sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang kini mengalami banyak tekanan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023