Ditopang Daya Beli dan Lebaran
Prospek sektor barang konsumen akan makin cerah seiring dengan aktivitas masyarakat yang mulai meningkat menyusul melandainya pandemi Covid-19. Harapannya, konsumsi masyarakat meningkat di 2023.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Putu Chantika Putri mengatakan, harapan tersebut karena pemerintah telah mengambil beberapa langkah untuk mempertahankan momentum pemulihan perekonomian Indonesia. Langkah tersebut seperti dengan menaikkan upah minimum karyawan rata-rata 7,4% di tahun 2023, mempertahankan tarif listrik untuk bulan Januari–Maret 2023, dan memberikan subsidi listrik untuk pelanggan listrik 450 VA.
"Pemerintah juga di awal tahun 2023 telah menurunkan harga BBM non subsidi mengikuti penurunan harga minyak dunia," ujar Putu, Jumat (14/4). Dia mengatakan, beberapa hal tersebut diharapkan bisa meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 4,5% di tahun 2023 sementara inflasi diperkirakan melambat jadi 4,2%.
Selain faktor daya beli yang bisa menopang kinerja emiten barang konsumen, Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando menyebut, emiten sektor ini akan menuai berkah dari tren penurunan harga komoditas. Dia menyebut, margin laba bakal positif dan akan menjadi katalis jangka pendek. "Sejumlah merek juga telah melakukan penyesuaian harga yang agresif sejak tahun 2022," ujar dia dalam riset 6 Februari 2023.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023