;

Keberpihakan terhadap Nelayan Kecil Perlu Diperkuat

Ekonomi Yoga 17 Apr 2023 Kompas
Keberpihakan terhadap Nelayan Kecil Perlu Diperkuat

Nelayan kecil di Tanah Air hingga kini masih tertinggal. Nelayan semakin terdesak oleh sejumlah hal yang mengganggu sumber penghidupan nelayan. Upaya penguatan nelayan kecil perlu menjadi perhatian pemerintah. Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Mohammad Abdi Suhufan mengemukakan, jumlah nelayan kecil dari tahun ke tahun terus menurun. Nelayan semakin terdesak oleh sejumlah isu dan persoalan yang menyebabkan mereka sulit mempertahankan sumber  penghidupan. Pada 2017, jumlah nelayan tercatat 2,67 juta orang, pada 2021 jumlahnya tinggal 2,2 juta orang. Perhatian terhadap nelayan kecil perlu menjadi keutamaan karena 96 % pelaku usaha perikanan tangkap merupakan skala kecil. Rantai pasok produk perikanan tangkap bersumber dari nelayan kecil. Beberapa isu yang membuat nelayan terdesak antara lain pertambangan dan reklamasi yang mencemari laut, merenggut ruang hidup dan mata pencarian nelayan, seperti pertambangan di Sultra dan Maluku Utara.

Akses nelayan juga sangat minim terhadap sarana produksi ataupun jaminan sosial. Dicontohkan, sentra-sentra nelayan kecil ke sulitan akses BBM. Menurut Abdi, skema pembiayaan usaha kelautan dan  perikanan memang terus meningkat, melalui KUR. Capaian KUR kelautan dan perikanan pada 2022 di Rp 9,9 triliun, naik 22,9 % dibandingkan capaian tahun 2021 sekitar Rp 8,05 triliun. Namun, hanya 20 % serapan KUR yang menyasar perikanan tangkap dan sangat sedikit yang diakses nelayan kecil. ”Perlu solusi konkret dan komprehensif dari pemerintah dalam rangka perlindungan dan menunjukkan keberpihakan negara terhadap nelayan kecil serta memperkuat kolaborasi program untuk perlindungan nelayan,” ujar Abdi dalam Ocean Talk ”Menakar Keberpihakan pada Nelayan Kecil di Indonesia”, yang diselenggarakan Ocean Solutions Indonesia, akhir pekan lalu. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :