;

Peternak Rugi Triliunan Rupiah

Ekonomi Yoga 17 Apr 2023 Kompas
Peternak Rugi
Triliunan Rupiah

Persaingan yang tidak setara antara perusahaan besar dan peternak ayam mandiri membuat harga jual ayam hidup terus tertekan. Diperberat oleh harga pokok produksi yang terus naik, peternak mandiri pun semakin merugi. Perlu ada intervensi untuk menciptakan keadilan dalam bisnis unggas ini. Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Alvino Antonio menjelaskan, harga jual ayam hidup terus tertekan akibat harga pokok produksi yang terus naik. Kini, harga jual berada di kisaran Rp 17.000-Rp 18.000 per kg. Angka ini di bawah harga acuan yang ditetapkan dalam Peraturan Bapanas No 5 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras. Dalam aturan itu ditetapkan harga acuan Rp 23.000 per kilogram. Dengan total produksi ayam peternak mandiri sekitar 16 juta ekor per minggu dan beban kerugian mulai dari Rp 2.000-Rp 3.000 per kilogram, KPUN mencatat kerugian setahun bisa mencapai Rp 3 triliun.

”Produksi nasional itu sekitar 80 juta ekor perminggu, dari peternakan rakyat sekitar 20 % atau 16 juta ekor. Bila asumsinya satu ekor beratnya 1,5 kg, kalau dihitung, ya, secara nasional ruginya Rp 2,7 triliun kurang lebih,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (15/4). Ada beberapa penyebab harga ayam dari peternakan mandiri terus tertekan. Pertama, biaya produksi yang terus naik 10 % setiap tahunnya, sedangkan harga jual cenderung stabil. Harga jagung sebagai salah satu pakan ternak ayam memang masih tinggi. Berdasarkan data Bapanas per Sabtu (15/4), harga jagung di tingkat peternak berada di angka Rp 6.150, masih di atas harga acuan jagung sesuai Perbapanas No 5/2022 sebesar Rp 5.000 per kg. Selain jagung, harga pakan ayam kualitas baik yang digunakan untuk penggemukan juga berada di harga Rp 9.000 per kg, dari kondisi ideal Rp 7.500 per kg. (Yoga)


Tags :
#Peternakan
Download Aplikasi Labirin :