MINAT IPO MASIH TINGGI NAVIGASI
Euforia calon emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia cukup besar meskipun kondisi ekonomi secara global diprediksi masih penuh tantangan. Pasar domestik yang tetap ditantang oleh sejumlah isu seperti tingkat suku bunga the Fed, inflasi, hingga geopolitik, tak melunturkan euforia para calon emiten yang siap melantai di bursa. Optimisme tersebut tecermin dari realisasi penawaran saham perdana atau IPO di BEI pada periode April 2023, yang tercatat mencapai sekitar 30 perusahaan, dengan dana yang dihimpun Rp22,7 triliun. Jumlah perusahaan tersebut, Ernst & Young (EY), melonjak jika dibandingkan dengan jumlah calon emiten pada kuartal I/2022 sebanyak 12 emiten dengan nilai emisi yang hanya sekitar Rp3 triliun. Sepanjang 2023, BEI menargetkan jumlah IPO sebanyak 57 perusahaan. Per 14 April 2023 realisasi tersebut telah terhitung mencapai 54% dari target. Adapun, yang masuk dalam pipeline mencapai 49 perusahaan. Adapun, tantangan lainnya datang dari likuidasi yang tinggi dan kinerja pasca-IPO yang buruk dari SPAC (Special Purpose Acquisition Company) berpotensi mengurangi selera investor untuk IPO baru. Data yang dipublikasikan EY Global IPO Trend Q1/2023, mengungkapkan dari total 299 transaksi IPO yang tercatat senilai US$21,5 miliar, setiap transaksi mengalami penurunan 8% dan 61% year-on-year (YoY). Indonesia menjadi negara yang paling aktif pada kuartal I/2023 melalui 30 IPO yang menorehkan pendapatan US$828 juta. Thailand membuntuti Indonesia dengan 10 IPO yang mencatatkan pendapatan US$322 juta, Malaysia 10 IPO dengan US$238 juta, dan Singapura dengan 1 IPO senilai US$15 juta. Sahala Situmorang, EY Indonesia Strategy and Transactions Partner, mengatakan selama 4 bulan terakhir, Indonesia telah melihat total nilai emisi ekuitas meningkat dari Rp15 triliun pada 2019 menjadi Rp33 triliun pada 2022. Faktanya, sepanjang 2022 pasar modal nasional mencatat jumlah deals terbesar dalam sejarah dengan 59 IPO. Perusahaan teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi yang paling terkenal dengan nilai Rp14 triliun dalam penawaran ekuitasnya.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023