;

Investasi Baru Pusat Data di Indonesia Terus Bertambah

Ekonomi Yoga 12 Apr 2023 Kompas
Investasi Baru Pusat Data di Indonesia Terus Bertambah

Kapasitas fasilitas pusat data di Indonesia telah mencapai 200 megawatt pada akhir 2022. Kapasitas itu diperkirakan bertambah 100 megawatt menjadi 300 megawatt pada 2023. Kenaikan penetrasi pengguna internet setiap tahun memengaruhi investasi baru pusat data. Ketua Umum Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma menyampaikan hal itu saat dihubungi, Selasa (11/4) di Jakarta. IDPRO berdiri pada Juni 2016 beranggotakan enam perusahaan pengelola pusat data dengan kapasitas terpasang 32 megawatt (MW). Pada 2022, jumlah anggota IDPRO bertambah menjadi 14 perusahaan. ”Beberapa anggota asosiasi telah menyatakan siap membangun fasilitas baru pusat data yang kami perkirakan kapasitasnya naik hingga menjadi 300 MW,” kata Hendra. Laporan riset konsultan properti Cushman & Wakefield tahun 2019 menyebutkan, kapasitas pusat data di Indonesia berpotensi bertambah hingga lebih dari 1 gigawatt dalam kurun sembilan tahun.

Kenaikan penetrasi pengguna internet setiap tahun menjadi pemicu utama adanya potensi pembangunan baru. Pemicu lainnya adalah bisnis gim, komputasi awan, dan konten. Hendra mengatakan, potensi penambahan kapasitas hingga menjadi lebih dari 1 gigawatt akan menyasar ke jenis fasilitas pusat data berskala hiper (hyperscale data center) sekaligus pusat data yang berlokasi dekat jaringan atau pengguna sehingga memungkinkan interkoneksi lebih cepat (edge data center). Ketua Bidang Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Djarot Subiantoro menambahkan, jika diukur per kapita, ketersediaan pusat data di Indonesia masih sekitar 0,6 watt per kapita; Jepang 6 watt per kapita; dan Singapura 60 watt per kapita. Artinya, banyak ruang tumbuh bagi pengelola fasilitas pusat data meskipun juga bergantung pada perkembangan SDM, infrastruktur jaringan telekomunikasi, pasokan daya listrik, dan kebijakan pemerintah. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :