Indonesia Masih Negosiasi Bunga Pinjaman Biaya Kereta Api Cepat
Pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait tingkat suku bunga pinjaman US$ 560 juta untuk menutup sebagian kenaikan biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang mencapai US$ 1,2 miliar atau Rp 18,2 triliun. Pinjaman itu akan diberikan oleh China Development Bank (CBD). Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, beberapa waktu lalu, tim teknis dari kedua negara telah menyepakati nilai cost overrun proyek KCJB sebesar US$ 1,2 miliar. Selain menegosiasikan tingkat suku bunga, saat ini pihaknya juga sedang melakukan finalisasi mengenai struktur maupun tenor pinjaman.
“Pembicaraan detail dari dua belah pihak sepakat angkanya US$ 1,2 miliar. Soal pinjaman terhadap KAI terkait pinjaman cost overrun, kami sedang finalkan negosiasi tentang suku bunga. Suku bunga sudah turun dari 4%. Sekarang kita pengen lebih rendah lagi. Ya kita lihat lah. Insyaallah akan beres,” kata Luhut dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini kerja sama Indonesia-Tiongkok di Jakarta, Senin (10/04). Luhut mengungkapkan, pihak Tiongkok telah menawarkan tingkat suku bunga 3,4% dengan total pinjaman US$ 560 juta. Namun, pemerintah berharap suku bunga pinjaman bisa sekitar 2%. Ia juga menargetkan negosiasi terkait total pinjaman, suku bunga hingga tenor bisa difinalkan sekitar pekan depan. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023