;

Sektor Properti Topang Perekonomian

Ekonomi Yoga 11 Apr 2023 Kompas
Sektor Properti
Topang Perekonomian

Industri properti teruji tahan banting dalam menghadapi krisis ekonomi di masa pandemi Covid-19. Kontribusi properti terhadap perekonomian nasional perlu terus didukung sehingga bisa optimal menggerakkan industri lain yang terkait properti. Hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) memperlihatkan, sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan selama periode 2018-2022 berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 2.349 triliun hingga Rp 2.865 triliun per tahun, setara 14,63-16,3 % terhadap PDB nasional. Sektor property tercatat memiliki keterkaitan dengan 185 sektor industri lain. Ketua Umum Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid mengemukakan, industri properti merupakan sektor usaha yang paling tahan banting di tengah krisis.

Keterkaitan industri properti terhadap 185 sektor usaha yang terkait properti memiliki dampak pembangunan yang sangat besar dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. ”Industri properti menjadi penopang utama dalam perekonomian Indonesia,” ujar Arsjad, dalam diskusi ”Kontribusi Industri Properti terhadap Perekonomian Indonesia” yang  diselenggarakan harian Kontan dan LPEM FEB UI di Jakarta, Senin (10/4. Acara tersebut juga dibarengi dengan peluncuran buku Membangun Indonesia melalui Industri Properti. Kepala Kelompok Kajian Ilmu Regional dan Kebijakan Energi LPEM FEB UI Uka Wikarya mengemukakan, peran strategis sektor properti, real estat, dan jasa konstruksi tecermin dari kontribusi terhadap perekonomian nasional yang tidak pernah kurang dari 12 % per tahun, bahkan di masa pandemi Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, industri properti merupakan sektor terdepan yang menggerakkan perekonomian negara. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :