Utang Proyek Kereta Cepat Ditambah
Pemerintah Indonesia dan China menyepakati pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB sebesar 1,2 miliar USD. Pemerintah kini tengah menegosiasikan pinjaman 560 juta USD dari China untuk menutup kekurangan pembengkakan biaya itu. Hal ini diungkapkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, Senin (10/4) ketika melaporkan hasil kunjungannya ke China pada 4-6 April 2023. Dari 10 hal yang dibahas kedua pihak, yang menjadi pembahasan utama adalah proyek KCJB. Luhut mengatakan, KCJB diharapkan mulai beroperasi pada 18 Agustus 2023 sebagai hadiah ulang tahun ke-78 Republik Indonesia.
”Minggu lalu, saya sudah pergi meletakkan rel yang terakhir, jadi 304 kilometer rangkaian rel sudah selesai. Trial (uji coba) akan dimulai Mei,” ujarnya. Kedua negara juga menyepakati nilai pembengkakan biaya (cost overrun) proyek strategis nasional (PSN) ini sebesar 1,2 miliar USD atau Rp 18,02 triliun. Angka itu merupakan hasil audit masing-masing negara yang telah disepakati bersama. Akibat pembengkakan ini, biaya total proyek yang berlangsung sejak 2016 itu kini mencapai 7,27 miliar USD. ”Untuk pembiayaan cost overrun, kami sedang finalkan negosiasi mengenai suku bunga (dengan Bank Pembangunan China/CDB). Suku bunga sudah turun dari 4 %, (tetapi) kita masih ingin lebih rendah lagi. Juga mengenai struktur penjaminan dan tenor, ini tinggal finalisasi,” kata Luhut. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023