;

KEBIJAKAN UMKM : SIASAT KEJAR TARGET KREDIT

Ekonomi Hairul Rizal 10 Apr 2023 Bisnis Indonesia
KEBIJAKAN UMKM : SIASAT KEJAR TARGET KREDIT

Satu waktu di awal-awal pandemi Covid-19, ponsel Bambang Sugeng tak pernah sepi menerima pesan maupun panggilan. Sebagai Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, banyak anggota yang menanyakan terkait dengan kebijakan penghapusan cicilan pinjaman. Kala itu, informasi yang diterima oleh sebagian besar anggota asosiasi yakni pemerintah akan menghapus cicilan pinjaman di perbankan untuk debitur yang terkena dampak pandemi Covid-19. Saat pandemi, kawasan wisata lereng merapi yang menjadi tempat mencari nafkah para pemilik armada jip, ditutup aktivitasnya. Sewa jip menjadi satu kegiatan wisata yang ditawarkan untuk menyusuri kawasan lereng pegunungan itu. Tutupnya lokasi wisata di sekitar Gunung Merapi, berdampak ke para pemilik jip yang membeli armada bermodal kredit bank. Wacana pemutihan atau hapus buku kredit UMKM dilontarkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Salah satu pertimbangan rencana hapus kredit yakni dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak pelaku usaha berhenti beroperasi, bahkan gulung tikar. Situasi itu membuat pelaku UMKM yang mendapat pembiayaan dari bank, tidak lagi mampu memenuhi kewajibannya. Selain itu, rencana hapus buku atau write off kredit macet UMKM memiliki sasaran lebih besar yakni mengejar target penyaluran kredit kepada pelaku UMKM hingga 30% pada 2024, seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. Saat ini, rata-rata porsi kredit bank ke sektor UMKM berada di kisaran 21%. Wakil Menteri II BUMN Pahala Nugraha Mansury mendukung rencana write off selama kebijakan itu tepat sasaran. “Sepanjang sesuai dengan aturan yang ada kami dukung, karena banyak UMKM yang menerima fasilitas di masa lalu karena bencana karena alasan-alasan lainnya, mereka tidak bisa memenuhi kewajiban mereka,” katanya kepada Bisnis, Selasa (4/4).

Tags :
#UMKM
Download Aplikasi Labirin :