Dana Asing Mengalir Deras ke Tanah Air
Gejolak ekonomi global dan krisis likuiditas perbankan ternyata menjadi berkah bagi pasar modal
emerging market, termasuk Indonesia. Gara-gara krisis tersebut, pelaku pasar kini sibuk memindahkan dananya ke pasar negara berkembang.
Dari data EPFR Global dan TD Securities yang dilansir
Bloomberg, Sabtu (8/4), ada sekitar US$ 5,5 miliar dana asing yang mengalir ke pasar ekuitas
emerging market
sepanjang Maret lalu. Lebih dari 70% dana tersebut masuk ke China dan sisanya masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurut data Bursa Efek Indonesia, sepanjang 2023 berjalan ini, investor asing membukukan
net buy
Rp 9,34 triliun. Sebulan terakhir, per 6 April, investor asing mencetak
net buy
sebesar Rp 6,51 triliun.
Sementara itu di pasar obligasi, kepemilikan investor asing bertambah Rp 2,66 triliun dibandingkan posisi akhir Maret 2023. Sedangkan jika dibandingkan dengan posisi awal tahun ini, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 58,28 triliun atau naik 7,64%.
Ada beberapa faktor yang mendorong masuknya dana asing ke pasar negara berkembang. Misalnya, kebijakan moneter yang lunak dan pembukaan kembali ekonomi setelah pandemi Covid-19. Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dollar AS.
Para pakar juga menilai pertumbuhan ekonomi di negara berkembang lebih bergantung ke pasar domestik.
Tags :
#investor asingPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023