Gejolak Inflasi Pangan Masih Mengancam
Laju inflasi nasional makin melandai. Bahkan, inflasi pada bulan Maret yang menjadi periode awal Ramadan tahun ini, jauh lebih rendah daripada inflasi di periode Ramadan tahun-tahun lalu.
Namun, pemerintah tidak perlu cepat berpuas hati. Sebab, masih ada sejumlah tantangan yang akan mempengaruhi inflasi ke depan.
"Kita memang bersyukur inflasi sudah melandai, tetapi tetap ada tiga tantangan inflasi yang harus dihadapi agar rakyat sejahtera," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam
Kick Off
Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jawa 2023, Rabu (5/4).
Pertama, inflasi global masih tinggi dan memberi dampak pada Indonesia. Inflasi global tahun 2023 berpotensi melandai ke kisaran 5% hingga 6%.
Kedua, kecukupan pasokan pangan. Dalam hal ini, perlunya koordinasi antardaerah. Sehingga, bila ada daerah surplus komoditas pangan, bisa menyuplai daerah yang defisit komoditas pangan.
Ketiga, adanya faktor musiman, yakni Hari Raya Idul Fitri.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menilai, upaya pemerintah menjaga inflasi pangan cukup efektif melalui Gerakan Nasional Inflasi Pangan (GNPIP). Makanya, pada Maret 2023, angka inflasi pangan hanya 5,83%
year on year
(yoy). Padahal, pada Juli 2022 inflasi kelompok ini menyentuh 11,47% yoy.
Tags :
#MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023