;

Trik Pengungkit Daya Beli

Sosial, Budaya, dan Demografi Hairul Rizal 04 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)
Trik Pengungkit Daya Beli

Langkah gesit Bank Indonesia (BI) dalam merespons gerak liar indeks harga konsumen (IHK) melalui instrumen suku bunga acuan memang terbukti efektif membikin tingkat inflasi melandai. Akan tetapi, melandainya tingkat inflasi bukanlah sepenuhnya kabar baik, apalagi jika menengok tingkat inflasi inti yang ikut menurun. Hal itu dapat mengindikasikan adanya keterbatasan daya beli masyarakat. Kemarin, Senin (3/4), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi umum sebesar 4,97% (year-on-year/YoY) dan inflasi inti 2,94% (YoY). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Apalagi, Gubernur BI Perry Wajiyo dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 225 bps cukup untuk menjangkar ekspektasi inflasi. Tak pelak, data terbaru itu memberikan ketenangan di kalangan pelaku usaha yang tak lagi waswas dengan langkah agresif pengetatan moneter. Kondisi ini tentu saja juga membuka peluang ekspansi. Namun, jika dicermati tingkat inflasi inti pada Maret 2023 merupakan yang terendah sejak Juli 2022 atau sebelum pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya, mengatakan program reguler berupa bantuan sosial tetap disalurkan sebagaimana amanat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Guna menebalkan proteksi daya beli, pemerintah juga menyediakan bantuan sosial tambahan selama tiga bulan untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Dari sisi moneter, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan penurunan inflasi tidak terlepas dari respons kebijakan moneter serta sinergi antarlembaga.

Tags :
#Umum
Download Aplikasi Labirin :