;

PROYEK LUMBUNG PANGAN : TARGET TERJAL FOOD ESTATE

PROYEK LUMBUNG PANGAN : TARGET TERJAL FOOD ESTATE

Secara lugas, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menyebut proyek pengembangan lumbung pangan atau food estate di Kabupatan Humbang Hasundutan berjalan dengan baik. Kalaupun ada kendala yang ditemui, dianggapnya sebagai kewajaran untuk sebuah proyek tahap awal. Humbang Hasundutan memiliki kekhasan sebagai daerah penghasil komoditas pangan seperti bawang merah, kentang, dan bawang putih. Produktivitas tanaman sayuran ketiganya itu termasuk yang cukup besar. “Persoalan cocok dan tidak cocok perlu dievaluasi. Biasa tanah baru dibuka, itu masih terlalu asam. Biasa itu 1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, 5 kali tanam, baru nanti bisa terdata dan evaluasi. Baru menjawab pertanyaan, apakah cocok atau tidak cocok,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (29/3). Pemerintah meluncurkan proyek food estate pertama di Sumatra Utara yang berlokasi di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Lokasi itu pernah ditinjau Presiden Joko Widodo. Jenis komoditas pangan yang dikembangkan yakni kentang, bawang merah, dan bawang putih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Humbang Hasundutan, produksi bawang merah pada 2021 tercatat 132.289 kuintal, lebih besar dibandingkan produksi pada 2020 yakni 53.667 kuintal. Lalu, produksi kentang juga naik dari 59.750 kuintal pada 2020 menjadi 90.231 kuintal pada 2021. Sebaliknya, produksi bawang putih turun dari 6.663 kuintal pada 2020 menjadi 4.447 kuintal pada 2021. “Kondisi lahan food estate memang tidak bisa untuk semua jenis komoditas, oleh karenanya hanya komoditas tertentu sesuai hasil kajian yang dilakukan pemerintah. Seperti di Kaltara, hanya komoditas jagung, kedelai,” kata Penata Kelola Penanaman Modal, Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Utara, Rahman Putrayani

Tags :
#Umum
Download Aplikasi Labirin :