Gejolak Perbankan Munculkan Lagi Kekhawatiran Resesi
SAN FRANSISCO, ID- Cerita kebangkrutan kreditor asal Amerika Serikat (AS) Silicon Valley Bank (SVB) dan penutupan Signature bank, disusul penyelematan Credit Suisse oleh UBS beserta gejolak yang ditimbulkannya di pasar keuangan dunia telah memunculkan kembali resiko resesi yang sudah mereda beberapa minggu. Bahkan para pialang kini bertaruh, The Fed praktis sudah selesai dengan opsi menaikkan suku bunga. Sikap optimistis yang muncul pasca pembukaan kembali ekonomi Republik Rakyat Tiongkok dan jatuhnya harga-harga energi di awal tahun ini pun ikut meredup. "Implikasi jangka menengah yang lebih besar dari apa yang terjadi pada bulan lalu adalah , bahwa pertumbuhan global akan jauh lebih lemah dalam enam bulan dari pada yang duga bahkan beberapa minggu yang lalu," ujar Mike Riddel, manager portfolio pendapatan tetap senior di Allianz Global Investors, yang dilansir Reuters pada rabu (29/03/2023). Beberapa indikator pasar yang diawasi secara ketat juga memperlihatkan resiko kemunculan resesi. Dimana salah satu indikatornya adalah waktu krisis. (Yetede)
Tags :
#Sektor RiilPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023