;

Jorjoran Memikat Milenial

Ekonomi Yoga 26 Mar 2023 Kompas
Jorjoran Memikat Milenial

Pengembang seperti PT Metropolitan Land Tbk (Metland) sejak lama punya jurus pemikat, yakni menawarkan fasilitas berupa akses ke moda transportasi umum yang murah, tetapi cepat seperti kereta komuter atau KRL. Maka, Metland membangun sendiri stasiun KRL di atas lahan perumahan mereka yang luasnya 320 hektar di Metland Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jabar. Stasiun yang dibangun tahun 2018 di atas lahan 2.000 meter persegi tersebut dilengkapi tempat parkir sepeda motor dan mobil. Jika ingin naik ojek daring, para pengemudi selalu bersiap di sekitar stasiun. Warga yang membeli rumah di Metland Cibitung juga mendapat jalan lingkungan selebar 6,5 meter sehingga mobil bisa berpapasan dengan aman. Sebagian rumah juga memiliki fasilitas air bersih sehingga tak perlu membuat sumur lagi. Direktur Metland Wahyu Sulistio menyatakan, pihaknya sejak awal sudah memikirkan kemudahan akses ke  transportasi umum dan jalan tol bagi konsumen. Dengan fasilitas tersebut, penghuni yang bekerja di Cikarang atau Jakarta bisa menggunakan KRL dengan tarif murah, Rp 5.000 sekali jalan. Jarak 40 km bisa ditempuh dalam tempo 50 menit.

Ke depan pihaknya masih akan mengembangkan rumah tapak di Cibitung lalu Cikarang dan tempat lain, karena ia yakin konsumen, terutama usia milenial, masih tetap memilih membeli rumah tapak daripada apartemen. Rasanya lega Fasilitas dan mutu bangunan di Metland Cibitung itulah yang memikat hati Roni Iswan (29), karyawan perusahaan penyewaan alat angkut berat di Jakarta. Akhirnya hatinya lega bisa punya rumah sendiri. Kini ia tak harus ”membuang” uang untuk kontrak rumah, walau ia masih harus mengangsur Rp 3,77 juta per bulan selama 13 tahun lagi. ”Rasanya lega bisa tinggal di rumah sendiri. Apalagi langit-langit rumah ini tinggi sehingga sirkulasi udara lebih baik, dalam rumah juga lebih terang. Istri pun senang karena punya dapur yang nyaman,” tutur Roni yang ditemui di rumahnya, Kluster Lisse Metland Cibitung, Jabar, pada Jumat (24/3). Ia membeli rumah seluas 34 meter persegi di atas tanah 60 meter persegi dengan harga Rp 635 juta. Rumah dengan dua kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang tamu, carport dengan kanopi di atasnya dan taman kecil di depan rumah.

Pengembang lain, Podomoro yang membangun Kota Podomoro Tenjo, juga punya kiat memasarkan produk huniannya melalui Tiktok dan Instagram. Chief Marketing Officer Kota Podomoro Tenjo Zaldy Wihardja mengatakan, setiap generasi punya peluang, kebutuhan, dan pola pendekatan pemasaran yang berbeda. Generasi milenial, misalnya, tidak pernah lepas dari telepon genggam. ”Kami meresponsnya dengan rajin update Instagram, Tiktok. Sementara untuk generasi 40-50 tahun, kami memasarkan menggunakan Facebook,” katanya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (24/3). Untuk memasarkan produknya yang diluncurkan 17 Agustus 2020, pengembang itu melakukan pemasaran dan proses transaksi secara digital. Calon penghuni yang tertarik membeli rumah tidak perlu datang ke lokasi. Mereka tinggal melihat hunian melalui video virtual serta melakukan proses booking dan transaksi pembayaran tanpa tatap muka. Zaldy menjelaskan, pemasaran dan penjualan secara digital cukup efektif menggaet pembeli. Dalam 2,5 tahun, sudah terjual 4.850 dari 12.000 unit. (Yoga)


Tags :
#Perumahan
Download Aplikasi Labirin :