Pasar Software Indonesia Diproyeksikan US$ 1,4 Miliar
JAKARTA, ID – Nilai omzet pasar perangkat lunak (software) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 21,46 triliun pada 2023, bertumbuh dibandingkan tahun 2022 sebesar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 19,92 triliun. Nilai proyeksi tersebut akan berkontribusi sekitar 10% terhadap total penjualan software maupun perangkat keras (hardware) di Tanah Air. Total nilai pasar software tersebut dihitung dari berbagai produk dan semua perangkat lunak yang dibeli/ditransaksikan secara nasional di Indonesia, termasuk produk perangkat lunak terpaket, lisensi, dan pemeliharaan. Associate Market Analyst IDC Indonesia Sandika Putra mengatakan, pada 2023, pasar software nasional akan terus tumbuh positif dibandingkan tahun sebelumnya (year over year/ YoY). Pasarnya sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh sebesar 14,4% YoY. “Penjualan software diperkirakan mencapai US$ 1,3 miliar tahun 2022 dan tumbuh menjadi US$ 1,4 miliar pada 2023, dengan kontribusi 10% tahun 2022 dan 2023 dari total penjualan software dan hardware,” ujar Sandika kepada Investor Daily, dikutip Selasa (14/3/2023). Kontribusi pasar software Indonesia tersebut di pasar kawasan Asia Tenggara mencapai sebesar 10,8%. (Yetede)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023