Perkembangan Pesat Bisnis Teknologi, Daya Saing Digital RI Melesat
Posisi daya saing Indonesia di sektor digital melonjak signifikan selama tahun ini seiring dengan perkembangan pesat yang dicatatkan ekosistem bisnis rintisan di Tanah Air. Indonesia menjadi negara dengan peningkatan peringkat daya saing paling tinggi kedua setelah China pada 2019.
Peringkat Indonesia di International Institute of Management Development (IMD) World Digital Competitiveness Ranking—yang mengukur kapasitas dan kesiapan 63 negara dalam mengadopsi dan mengeksplorasi teknologi digital untuk mendorong transformasi bisnis, pemerintahan, dan masyarakat—naik dari posisi 62 pada 2018 ke posisi 56 pada 2019.
Pendorong utama kenaikan posisi Indonesia adalah penguatan faktor pendukung perkembangan teknologi, terutama dalam hal ketersediaan modal. Indonesia menempati peringkat ke-6 secara global di kategori ketersediaan modal untuk mendukung pengembangan teknologi layanan perbankan dan finansial.
Ketersediaan modal bagi perusahaan yang mengembangkan bisnis di bidang teknologi, lanjutnya, saat ini sangat berlimpah. Dukungan investor kelas kakap kini tidak hanya tersedia untuk beberapa perusahaan yang sudah mencapai valuasi unicorn, tetap juga bagi perusahaan rintisan yang baru memulai bisnis.
Selain itu, lompatan digital di Indonesia saat ini baru didorong oleh keberhasilan perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Gojek, Bukalapak, dan Tokopedia dalam mendorong digitalisasi bisnis UMKM.
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023