BI: Capital OutFlow Hanya Bersifat Temporer
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) menilai, keluarnya aliran modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik hanya bersifat temporer. Saat ini terjadi capital outflow yang disebabkan ekspektasi investor terhadap sikap hawkish dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve). BI mencatat, aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sejak tanggal 6 hingga 9 Maret 2023 mencapai Rp 2,67 triliun. Aliran modal asing keluar bersih itu berasal dari jual neto di pasar surat berharga negara (SBN) senilai Rp 3,03 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 360 miliar. Sementara itu, secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2023 tercatat beli neto di pasar SBN Rp 34,56 triliun dan jual neto di pasar saham Rp 240 miliar. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, data inflasi Amerika Serikat (AS) berada di atas ekspektasi pasar. Apalagi ditambah permintaan yang hawkish kembali dari Gubernur The Fed Jerome Powell, sehingga menyebabkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed (Fed Fund Rates/ FFR) menjadi lebih agresif dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Terminal rate FFR diperkirakan meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya. “Kami melihat tekanan ini tidak akan lebih tinggi dibandingkan periode semester II-2022, ketika FFR naik 75 basis poin untuk beberapa kali, dan juga kemungkinan akan bersifat temporer,” kata Edi kepada Investor Daily, Minggu (12/3/2023). (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023