;

Menakar Efek ”Tumpahan” China

Ekonomi Yoga 06 Mar 2023 Kompas
Menakar Efek
”Tumpahan” China

Setelah mengalami tekanan kuat akibat pandemi dan kebijakan nihil Covid-19 yang ketat, China bersiap bangkit dengan berhati-hati. Dalam pembukaan siding pleno Kongres Rakyat Nasional, Minggu (5/3) China mengumumkan target pertumbuhan ekonomi yang moderat, 5 % di tengah masih banyaknya tantangan struktural yang perlu dijawab, walau di bawah target pertumbuhan ekonomi China 2022, yakni 5,5 %, tetapi tetap menunjukkan peningkatan. Saat menyampaikan laporannya di Aula Besar Rakyat, Lapangan Tiananmen, Beijing, Minggu, PM China Li Keqiang mengatakan, ekonomi China ada di jalur pemulihan yang stabil setelah tiga tahun terakhir terpukul oleh pandemi serta dampak kebijakan nihil Covid-19. Akhir tahun lalu, restriksi ketat itu dicabut, membuat China jadi negara dengan ekonomi be sar terakhir yang memutuskan hidup damai dengan Covid-19.

China mengandalkan permintaan dalam negeri sebagai motor pertumbuhan ekonomi tahun ini di tengah melemahnya permintaan ekspor global. Li mengatakan, dorongan memperkuat konsumsi domestik dan investasi jadi prioritas utama China tahun ini, sementara ekspor dan impor ditargetkan tumbuh lebih moderat. Pemerintah China disebut akan mendukung ekspansi korporasi swasta dan UMKM, sambil tetap mendorong reformasi sektor publik atau usaha milik negara. Peneliti Lembaga PenyelidikanEkonomi dan Masyarakat UI, Teuku Riefky, menilai, jika pertumbuhan ekonomi China selaku mitra dagang utama Indonesia tahun ini mencapai target, Indonesia akan kebagian untung, khususnya di jalur perdagangan, akan terjadi peningkatan permintaan atas produk RI yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, produksi yang meningkat di China mendorong turunnya harga bahan baku danpenolong bagi industri RI, membuat biaya impor lebih murah dan meringankan beban pelaku industri dalam negeri. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :