Membumikan Teknologi Realitas
JAKARTA-Hasbi Asyadiq masih ingat betul bahwa bisnis konten realitas berimbuh atau augmented reality (AR) yang ia bangun terinspirasi oleh dua game populer pada 2017. Lulusan Program Studi Sains Komputer Universitas pendidikan Indonesia itu menggabungkan desain AR Pokemon Go-Game berburu monster ala Jepang- dengan skema rekayasa lego dari minecraft untuk menciptakan layanan berbasis teknologi imersif. "Memungkinkan penggunakanya membuat dan menaruh karya dua dimensi maupun tiga dimensi ke dunia nyata," ujar hasbi kepada Tempo, kemarin. Di tengah evolusi Internet, konten AR bukan barang yang benar-benar baru. Namun, kata Hasbi, teknologi ini belum tersentuh banyak kalangan karena kerumitan dan harga fasilitas pendukungnya. Sebelumnya, produksi AR masih membutuhkan animator, pendesain program, dan disiplin ilmu lainnya yang tarifnya tidak murah. Teknologi tersbut umumnya dipakai untuk presentasi dan pemasaran produk perusahaan besar yang menyewa animator khusus, biasanya berskema business to business. (Yetede)
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023