;

Pasar Belum Stabil, Ekspor Mebel Tetap Tumbuh

Ekonomi Yoga 25 Feb 2023 Kompas
Pasar Belum Stabil, Ekspor
Mebel Tetap Tumbuh

Ekspor mebel dan kerajinan pada 2023 diperkirakan tetap tumbuh kendati prospek pasar global masih belum stabil, sehingga Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia atau HIMKI merevisi target ekspor mebel dan kerajinan. HIMKI juga menyusun sejumlah strategi agar kinerja ekspor mebel dan kerajinan tetap tumbuh positif. Pasar mebel dan kerajinan di dalam negeri juga akan digarap lebih intensif di tengah permintaan global yang masih lesu. Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur, Jumat (24/2) mengatakan, pada 2022, target ekspor mebel dan kerajinan HIMKI tidak tercapai. Realisasi ekspor kedua komoditas itu diperkirakan 3,46 miliar USD atau 0,1 % lebih rendah dari yang ditargetkan disebabkan penurunan permintaan pasar Uni Eropa (UE) 0,2 % dan perlambatan pertumbuhan permintaan pasar AS dari 43 % pada 2021 menjadi 16,7 % pada 2022.

Pada 2022, AS dan UE masing-masing berkontribusi 54 % dan 28 % dari total ekspor mebel serta kerajinan Indonesia. Menurut Sobur, pemicu utama penurunan ekspor itu adalah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik Rusia-Ukraina, yang dikirakan masih akan berlanjut hingga tahun ini, yang membuat prospek pasar ekspor mebel dan kerajinan belum stabil. Meskipun begitu, HIMKI tetap optimistis ekspor mebel dan kerajinan pada tahun ini masih bisa tumbuh positif. HIMKI memperkirakan ekspor kedua komoditas itu akan tumbuh 8 % dibandingkan tahun lalu menjadi 3,67 miliar dollar AS. ”Perkiraan nilai ekspor tersebut lebih rendah dari target kami yang senilai 4,3 miliar USD karena mempertimbangkan kondisi pasar. Sementara pada 2024, kami menargetkan ekspor mebel dan kerajinan bisa mencapai 5 miliar USD,” ujarnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :