KERUSUHAN, 10 Warga Tewas di Wamena, Kapolda Papua Minta Maaf
Berita bohong mengenai penculikan anak yang merebak di Kampung Sapalek, Jalan Trans-Irian, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (23/2) memicu bentrokan antara warga dengan aparat gabungan TNI dan Polri. Hingga Jumat (24/2), 10 warga tewas dan 18 aparat keamanan mengalami luka-luka dalam peristiwa itu. Kapolda Papua Irjen Matius Fakhiri dalam konferensi pers di Timika, Kabupaten Mimika, Jumat (24/2), meminta maaf atas kerusuhan di Wamena. Ia pun menyampaikan dukacita bagi keluarga 10 korban yang tewas dalam peristiwa itu. Penyebab tewasnya 10 warga itu masih diusut oleh Bidang Propam Polda Papua. Matius menginstruksikan Kabid Propam Polda Papua Kombes Gustav Urbinas ke Wamena untuk mengevaluasi secara menyeluruh upaya penanganan massa sebelum kerusuhan. ”Saya telah memerintahkan Dirkrimum Polda Papua Kombes Faisal Ramadhani untuk membantu Polres Jayawijaya menyelidiki penyebar hoaks dan aksi provokasi yang menyebabkan terjadinya kerusuhan. Kami akan mencegah penyebaran hoaks yang bertujuan mengganggu situasi keamanan di Tanah Papua,” kata Matius.
Berdasarkan kronologi yang dipaparkan polisi, peristiwa itu diawali tindakan beberapa warga yang menghentikan seorang pengendara mobil dari Kampung Yomaima saat melintasi daerah Sinakma, pukul 12.30 WIT. Warga mencurigai pengendara mobil itu bagian dari komplotan penculikan anak seperti isu yang beredar di tengah masyarakat. Matius mengatakan, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman Napitupulu bersama jajarannya mendatangi lokasi tersebut untuk menghentikan aksi main hakim warga atas sopir mobil tersebut. Namun, warga yang terus bertambah tidak menerima imbauan tersebut dan menyerang polisi dengan batu serta panah. Selain menyerang apparat keamanan, massa membakar dua kios warga dan 13 rumah di sekitar lokasi kejadian. Aparat yang diserang kemudian mendapatkan bantuan personel Brimob dan Kodim 1702/Jayawijaya. Tembakan peringatan lalu dilepaskan aparat untuk membubarkan massa. Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan, pihaknya menurunkan tim ke Wamena, Jumat, untuk melihat kondisi terakhir di Wamena dan penanganan dari pemda serta aparat keamanan. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan BPBD Kabupaten Jayawijaya Ernawati Tappi mengatakan, aktivitas warga di Wamena belum normal pasca kerusuhan. Banyak warga memilih di rumah atau mengungsi ke tempat yang aman. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023