Ekonomi Membaik, Defisit Neraca Jasa Naik
Neraca jasa kembali mencatatkan defisit dan menjadi penghambat potensi surplus lebih besar pada transaksi berjalan tahun 2022. Bahkan, defisit neraca jasa tahun lalu naik signifikan sejalan dengan membaiknya aktivitas impor.
Bank Indonesia (BI) melaporkan, defisit neraca jasa untuk tahun 2022 sebesar US$ 20 miliar. Angka itu melebar dari defisit pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 14,6 miliar.
Dalam laporan Neraca Pembayaran Indonesia 2022, BI menyebut bahwa pelebaran defisit didorong oleh kenaikan defisit jasa transportasi. Hal ini disumbang oleh impor jasa pengangkutan alias
freight
dan jasa transportasi penumpang seiring dengan perbaikan aktivitas domestik serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Sementara jasa transportasi secara keseluruhan tercatat defisit US$ 8,23 miliar. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding defisit di tahun sebelumnya yang senilai US$ 6,28 miliar.
Di sisi lain, jasa perjalanan mulai menunjukkan tren pemulihan, sehingga mencatat surplus US$ 430,9 juta. Angka ini meroket 779,5%
year on year
(yoy) dibanding surplus pada tahun 2021 yang sebesar US$ 49 juta.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menilai, pelebaran defisit neraca jasa itu didorong peningkatan impor pada tahun 2022. "Dengan meningkatnya impor barang, di dalamnya ada jasa
freight
yang turut membengkak," ujar Faisal, Selasa (21/2).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023