;

EKONOMI DAERAH Kampung Nila Bernilai Fantastis dari Ciamis

Ekonomi Yoga 22 Feb 2023 Kompas (H)
EKONOMI DAERAH
Kampung Nila Bernilai
Fantastis dari Ciamis

Kamis (16/2) siang, Syamsul Ma’arif (35) sudah pulang dari Pasar Kawali. Penjual ikan nila ini punya banyak agenda, mulai dari menemani keluarga sampai menyiapkan kedatangan pejabat di Kampung Nila di Dusun Banjarwaru, Desa Kawali, Ciamis, Jabar, tempat usahanya. Berada 21 kilometer selatan pusat pemerintahan Ciamis, Kampung Nila adalah lokasi budidaya nila (Oreochromis niloticus). Sebelum 2020, warga setempat ini tidak menyangka bisa hidup dari nila di kampungnya. Setelah menganggur karena PHK saat pandemic Covid-19, oleh kakaknya (Iim Gala Permana), ia disuruh pulang dan menjual ikan nila. ”Ternyata, banyak yang minat dengan ikan nila di sini. Katanya, dagingnya sekarang bagus. Sehari saya jual 20-30 kg. Kalau ramai, 50 kg per hari,” ujarnya. Ia mampu mengantongi Rp 50.000-Rp 100.000 dari berjualan pukul 05.00-12.00. Rata-rata, ia bisa meraup Rp 2,25 juta per bulan, lebih sedikit dibandingkan upahnya per bulan kala jadi buruh pabrik, yakni Rp 2,8 juta. Akan tetapi, kerja di desa berarti tidak harus memikirkan ongkos pergi pulang ke kampung halaman dan sewa rumah. Kini, ia menikmati sejuknya perbukitan di desanya, 500 meter di atas permukaan laut. Ia mulai belajar budidaya nila. Istrinya menjual bakso goreng berbahan nila dan tuna.

Berkah Kampung Nila turut dinikmati warga lain. Ria Nurayu Ani (44) dan Dede Aah (48) pun mengolah nila menjadi aneka produk. ”Hari ini ada yang pesan tiga paket nasi liwet ikan nila. Besok ada sekitar 100 orang yang datang, termasuk Pak Bupati Ciamis dan Pak Dandim,” ujar Ria. Satu paket nasi liwet berisi  nila, tempe, dan lalapan bisa untuk lima orang. Sebelum lahirnya Kampung Nila, Ria sibuk mengurus rumah tangga dan menjadi buruh tani. ”Sekarang, ibu-ibu jadi kenal orang ’atas’. Dulu, boro-boro ketemu bupati. Bapak camat saja enggak tahu. Bapak Gubernur (Ridwan Kamil) juga sudah ke sini,” ujarnya. Sekitar 10 ibu rumah tangga setempat akhirnya kini punya penghasilan tambahan. ”Yang paling penting,  kami dapat pengalaman mengolah nila. Kami ikut bazar, pelatihan, dan pameran UMKM,” kata Dede. Syamsul, Ria, dan Dede termasuk dalam 80 keluarga yang hidup dari Kampung Nila. Ada yang mengurus pemijahan, pembesaran, pengolahan, hingga pemasaran nila. Tidak hanya di pasar, nila dan produk olahannya juga tersedia di Nilamart. Minimarket milik warga itu menyediakan oleh-oleh khas setempat. Warga dari sejumlah daerah berkunjung ke Kampung Nila untuk menikmati nasi liwet di atas saung sembari memandangi kolam ikan. Budidaya terintegrasi ini digagas oleh Iim Gala Permana sejak 2019. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :