Inflasi Landai, BI Tahan Bunga Acuan
Bank Indonesia (BI) menegaskan, tak perlu lagi mengerek suku bunga acuan. Keputusan ini diambil bank sentral setelah sebelumnya rutin mengerek bunga acuan. Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, bunga acuan mengalami kenaikan sebesar 225 basis poin (bps).
Dalam hasil rapat dewan gubernur (RDG) pada Februari 2023, BI memutuskan menahan suku bunga acuan alias BI 7-
Day Reverse Repo Rate
(BI7DRRR) di level 5,75%. "Keputusan ini konsisten dengan
stance
kebijakan moneter
pre emptive
dan
forward looking
untuk mewujudkan penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (16/2).
Menurutnya, tingkat suku bunga acuan ini memadai untuk memastikan inflasi inti tetap di kisaran 3% plus minus 1% pada semester I-2023. Selain juga memadai untuk menjaga inflasi kembali dalam sasaran 3% yoy plus minus 1% pada semester II-2023.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, kebijakan BI menahan suku bunga acuan di level 5,75% bakal berlanjut hingga akhir tahun 2023. Namun, kebijakan bunga acuan tetap akan memperhatikan perkembangan ke depan, mengingat ketidakpastian masih mengancam.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023